Jumat, 24 April 2009

PIDATO TERTULIS PYM PRESIDEN SUKARNO PADA KONFERENSI BESAR GMNI DI KALIURANG JOGJAKARTA, 17 FEBRUARI 1959.

Lenyapkan Sterilitiet Dalam Gerakan Mahasiswa

Terlebih dahulu saya mengucapkan selamat dengan Konferensi Besar GMNI ini.
Dengan gembira saya membaca, bahwa asas tujuan GMNI adalah Marhaenisme. Apa sebab saya gembira?
Tidak lain dan tidak bukan, karena lebih dari 30 tahun yang lalu saya juga pernah memimpin suatu gerakan rakyat -suatu partai politik- yang asasnya pun adalah Marhaenisme.
Bagi saya asas Marhaenisme adalah suatu asas yang paling cocok untuk gerakan rakyat di Indonesia. Rumusannya adalah sebagai berikut: Marhaenisme adalah asas, yang menghendaki susunan masyarakat dan Negara yang didalam segala halnya menyelamatkan kaum Marhaen. Marhaenisme adalah cara perjuangan yang revolusioner sesuai dengan watak kaum Marhaen pada umumnya. Marhaenisme adalah dus asas dan cara perjuangan "tegelijk", menuju kepada hilangnya kapitalisme, imprealisme dan kolonialisme. Secara positif, maka Marhaenisme saya namakan juga sosio-nasionalisme dan sosio-demokrasi; karena nasionalismenya kaum Marhaen adalah nasionalisme yang social bewust dan karena demokrasinya kaum Marhaen adalah demokrasi yang social bewust pula.
Dan siapakah yang saya namakan kaum Marhaen itu? Yang saya namakan Marhaen adalah setiap rakyat Indonesia yang melarat atau lebih tepat: yang telah dimelaratkan oleh setiap kapitalisme, imprealisme dan kolonialisme.
Kaum Marhaen ini terdiri dari tiga unsur: Pertama : Unsur kaum proletar Indonesia (buruh) Kedua : Unsur kaum tani melarat Indonesia, dan Ketiga : kaum melarat Indonesia yang lain-lain.
Dan siapakah yang saya maksud dengan kaum Marhaenis? Kaum Marhaenis adalah setiap pejuang dan setiap patriot Bangsa. Yang mengorganisir berjuta-juta kaum Marhaen itu, dan Yang bersama-sama dengan tenaga massa Marhaen itu hendak menumbangkan sistem kapitalisme, imprealisme, kolonialisme, dan Yang bersama-sama dengan massa Marhaen itu membanting tulang untuk membangun Negara dan masyarakat, yang kuat, bahagia sentosa, adil dan makmur.
Pokoknya ialah, bahwa Marhaenis adalah setiap orang yang menjalankan Marhaenisme seperti yang saya jelaskan di atas tadi. Camkan benar-benar: setiap kaum Marhaenis berjuang untuk kepentingan kaum Marhaen dan bersama-sama kaum Marhaen!
Apa sebab pengertian tentang Marhaenisme, Marhaen dan Marhaenis itu saya kemukakan kepada Konferensi Besar GMNI dewasa ini?
Karena saya tahu, bahwa dewasa ini ada banyak kesimpangsiuran tentang tafsir pengertian kata-kata Marhaenisme, Marhaen dan Marhaenis itu.
Saya harapkan mudah-mudahan kata sambutan saya ini saudara camkan dengan sungguh-sungguh, dan saudara praktikkan sebaik-baiknya, tidak hanya dalam lingkungan dunia kecil mahasiswa, tetapi juga di dunia besar daripada massa Marhaen.
Sebab tanpa massa Marhaen, maka gerakanmu akan menjadi steril! Karena itu:
Lenyapkan sterilitiet dalam Gerakan Mahasiswa! Nyalakan terus obor kesetiaan terhadap kaum Marhaen! Agar semangat Marhaenisme bernyala-nyala murni! Dan agar yang tidak murni terbakar mati!
Sekian dulu, dan sekali lagi saya ucapkan selamat kepada Konferensi Besar GMNI, dan mudah-mudahan berhasillah Konferensi Besar ini.
Jakarta, 17 Februari 1959
PRESIDEN/PANGLIMA TERTINGGI/ PEMIMPIN BESAR REVOLUSI
SUKARNO BAPAK MARHAENISME
sumber: http://marhaenis.org

List of Abbreviations

ABRI Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Armed Forces of Republic Indonesia)
BAKIN Badan Koordinasi Intelijen Negara (The Coordinating Body of State Intelligence)
BAPPENAS Badan Perencana Pembangunan Nasional (Body for National Development Planning)
BPUPK Badan Penyelidik Usaha-Usaha Kemerdekaan (The Investigating Committee for the Preparation of Independence)
BTI Barisan Tani Indonesia (Indonesian Peasants Organisation)
CSIS Centre for Strategic and International Studies
DDC Dewey Decimal Classification
DDII Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (Indonesian Council for Islamic Propagation)
DGI Dewan Gereja-Gereja di Indonesia (Indonesian Council of Churches)
DPRGR Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong (Peoples’ Representative Council of Cooperation). The Indonesian Parliament during Soekarno’s Guided Democracy
FKKS Forum Komunikasi Kristen Surabaya (Communication Forum for Christians in Surabaya)
Gasbiindo Gabungan Serikat Buruh Islam Indonesia (Consortium of the Unions of Indonesian Muslim Workers)
GBHN Garis-Garis Besar Haluan Negara (Mainlines of State Policies)
GESTAPU Gerakan September Tigapuluh ( The 30th September Movement)
GKJW Gereja Kristen Jawi Wetan (Christian Church of East Java)
GMKI Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (Movement of Indonesian Christian Students)
Golkar Golongan Karya (Functional Group)
GPIB Gereja Protestan Indonesia Barat (Protestant Church of Western Indonesia)
HMI Himpunana Mahasiswa Islam (Association of Muslim Students)

HOCI Huwelijks Ordonnantie Christen Indonesiers (Marriage Regulations for Indonesian Christians)
IAIN Institut Agama Islam Negeri (State Institute of Islamic Studies)
ICMI Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (Indonesian Muslim Intellectuals Association)
IDI Ikatan Dokter Indonesia (Association of Indonesian Doctors)
Interfidei Institute for Interfaith Dialogue in Indonesia
KAMI Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (United Action of Indonesian University Students)
KAP-Gestapu Kesatuan Aksi Pengganyangan-Gerakan September 30 (United Action to Crush the 30th September Movement)
KHASEBUL Khalwat Sebulan (One Month Retreat)
KISDI Komite Indonesia Untuk Solidaritas Dunia Islam (Indonesian Committee for Solidarity with the Muslim World).
KNIP Komite Nasional Indonesia Pusat (Central National Committee of Indonesia)
KNPI Komite Nasional Pemuda Indonesia (National Committee of Indonesian Youth)
Kopkamtib Komando Operasi Keamanan dan Ketertiban (Command of Security and Order Operations)
Kostrad Komando Strategis Angkatan Darat (Army Strategic Reserve Command)
KPPN Komisi Pembaharuan Pendidikan Nasional (Commission for the Reformation of National Education)
KUA Kantor Urusan Agama (Office of Religious Affairs)
KWI Konferensi Wali Gereja Indonesia (Conference of Indonesian Bishops)
LAI Lembaga Alkitab Indonesia (Indonesian Bible Institute)
LEKRA Lembaga Kebudayaan Rakyat (Institute of People’s Culture)
LKiS Lembaga Kajian Islam dan Sosial (Institute for Social and Islamic Studies)
LP3ES Lembaga Penelitian, Pendidikan & Penerangan Ekonomi dan Sosial (Institute of Research, Education and Information on Social and Economic Affairs)
FEELING THREATENED

LPHN Lembaga Pengembangan Hukum Nasional (Institute for Development of National Law)
LPKUB Lembaga Pengkajian Kerukunan Umat Beragama (Institute for the Study of Religious Harmony)
LSAF Lembaga Studi Agama dan Filsafat (Institute for the Study of Religion and Philosophy)
MADIA Majelis Dialog Antar-agama (Council for Inter-religious Dialogue)
MAN Madrasah Aliyah Negeri (Public Senior High Madrasah)
Manikebu Manifes Kebudayaan (Culture Manifesto)
MASBI Majelis Seni dan Budaya Islam (Council of Islamic Art and Culture)
MAWI Majelis Agung Wali Gereja Indonesia (High Council of Indonesian Bishops)
MNPK Majelis Nasional Pendidikan Katolik (National Council of Catholic Education)
MPR Majelis Permusyawaratan Rakyat (People’s Consultative Assembly)
MPRS Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (Provisional People’s Consultative Assembly)
MUI Majelis Ulama Indonesia (Indonesian Council of Ulama)
NASAKOM Nasionalis, Agama, Komunis (Nationalism, Religion and Communism)
NU Nahdlatul Ulama (The Resurgence of Ulama). The traditionalist Muslim organisation.
OPSUS Operasi Khusus (Special Operation)
P3M Perhimpunan Pengembangan Pondok Pesantren dan Masyarakat (Association for Developing Islamic Boarding Schools and Society)
P4 Pedoman Penghayatan dan Pengalaman Pancasila (Guidelines for Internalisation and Application of Pancasila)
Parkindo Partai Kristen Indonesia (Indonesian Christian Party)
PDI Partai Demokrasi Indonesia (Indonesian Democratic Party)
PERKIM Pertubuhan Kemajuan Islam Malaysia (Body for the Advancement of Islam in Malaysia)
Perumnas Perumahan Nasional (National Housing)
PGI Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (Communion of Indonesian Churches)
LIST OF ABBREVIATIONS


PGRI Persatuan Guru Republik Indonesia (Association of Teachers of Republic Indonesia)
PII Pelajar Islam Indonesia (Indonesian Muslim High School Students)
PII Persekutuan Injili Indonesia (Indonesian Evangelical Fellowship)
PKI Partai Komunis Indonesia (Indonesian Communist Party)
PKKTLN Panitia Koordinasi Kerjasama Teknis Luar Negeri (Coordinating Committee for Foreign Technical Cooperation)
PMI/Parmusi Partai Muslimin Indonesia (Indonesian Muslims Party)
PMII Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (Indonesian Muslim Students’ Movement)
PMKRI Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (Association of Catholic Students of Republic Indonesia)
PMP Pendidikan Moral Pancasila (Pancasila Moral Education)
PNI Partai Nasionalis Indonesia (Indonesian Nationalist Party)
PPKI Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (The Preparatory Committee of Indonesian Independence)
PPP Partai Persatuan Pembangunan (United Development Party)
PSI Partai Sosialis Indonesia (Indonesian Socialist Party)
REPELITA Rencana Pembangunan Lima Tahun (Five Year Development Plan)
RMS Republik Maluku Selatan (Republic of South Maluku)
SARA Suku, Agama Ras dan Antar-golongan (Ethnicity, Religion, Race and Inter-class)
SMA Sekolah Menengah Atas (Senior High School)
SMP Sekolah Menengah Pertama (Junior High School)
SMUN Sekolah Menengah Umum Negeri (Public Senior High School)
STT Sekolah Tinggi Teologi (Academy of Theology)
WCC World Council of Churches

Gerakan Mahasiswa: Perspektif Historis

Hampir sulit dipisahkan gerakan mahasiwa dengan fase-fase kehidupan berbangsa.
Kekuasan demi kekuasaan sejak jaman penjajahan sampai era Gus Dur berjatuhan oleh
kekuatan pasukan "pamflet" ini. Fenomena ini pun terjadi di negara lain, sebut saja: Juan
Peron di Argentina tahun 1955, Perez Jimenez di Venezuela (1958), Ayub Khan di
Pakistan (1969), Reza Pahlevi di Iran (1979), Ferdinad Marcos di Piliphina (1985), Chun
Doo Hwan di Korea Selatan (1987), dan banyak lagi. Walaupun kejatuhan rezim-rezim
itu tidaklah semata karena gerakan mahasiswa saja, namun perannya sangat signifikan
untuk menggerakan people power dalam proses mendobrak tirani kekuasaan.
Demikian pula tidak seluruh gerakan mahasiswa mampu memberi inspirasi untuk
tumbuhnya perlawanan total masyarakat, serta kemudian berhasil meruntuhkan suatu
rezim, banyak diantara gerakan mahasiswa yang akhir kandas, baik karena tindakan
represif rejim berkuasa, misalnya: kejadian lapangan Tianamen, di Cina. Atau karena
kuatnya posisi politik rezim berkuasa, sebut saja gerakan "Sebulat Suara" dari Majlis
Perwakilan Pelajar di institusi penyajian tinggi Malaysia, yang tidak mampu
menggoyahkan kekuatan Dato Seri Dr.Mahathir Mohamad; sampai awal tahun ini.
Gerakan mahasiswa Indonesia di awali saat kebangkitan nasional di awal abad yang lalu,
yang dimulai oleh geliatnya mahasiswa STOVIA di Jakarta. Dimana salah satu hasilnya
yang saat ini masih bisa dinikmati, adalah Paguyuban Pasundan. Gebyarnya Sumpah
Pemuda, heroiknya perang kemerdekaan, serta berkumandangnya proklamasi
kemerdekaan; lekat dengan dinamika perjuangan mahasiswa di awal sejarah tegaknya
negara kesatuan RI. Demikian pula, saat tahun 1966, dimana rezim Soekarno dianggap
tidak lagi dianggap mampu menanggulangi kompleksitas permasalahan bangsa saat itu,
gelagak semangat kaum muda tumpah ruah di jalanan, yang akhirnya mampu
menumbangkan Presiden RI pertama ini, serta menghantarkan Soeharto dengan rezim
militernya ke tampuk kekuasaan.
Kemudian sejarah pun mencatat, bagaimana kekuatan kontrol sosial (social control)
bergerak mengkoreksi kinerja rezim orde baru di tahun 1974, sampai mencapai
puncaknya di tahun 1978. Perjuangan di dekade itu memang tidak sempat menurunkan
Soeharto dari tampuk pimpinan negara. Malahan beberapa orang aktivis, seperti :
Hariman Siregar, Syahrir, Dipo Alam dan banyak lagi harus meringkuk di sel-sel tahanan
di tahun 1974 akibat peristiwa yang kita kenal dengan peristiwa Malari. Mereka
menentang investasi asing dan utang luar negeri yang kian hari kian membesar dan
berpotensi memberatkan anak cucu kita dikemudian hari. Pada akhirnya, saat ini kita pun
merasakan bahwa yang mereka perjuangkan itu benar adanya.
Demikian pula Iqbal, Heri Akhmadi, dan banyak lagi aktivis mahasiswa di berbagai kota
seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Jogjakarta harus kembali meringkuk didinginnya sel
tahanan militer. Mereka menentang korupsi yang terus merajalela, serta pemberlakuan
Pancasila sebagai asas tunggal. Aktivitas mereka dianggap menggangu atmosfir
perguruan tinggi, sehingga saat itu oleh Daoed Joesoef (sebagai mendikbud) kampus
harus di normalkan. Keluarlah peraturan pemerintah mengenai NKK/BKK yang
memberangus hak-hak mahasiswa untuk melakukan kontrol sosial, dan melakukan
depolitisasi kampus. Efek konsep NKK/BKK bukan saja merusak tatanan struktural
organisasi intra dan ekstra kampus saja, namun dalam perkembangannya merusak pula
cara pandang dan tingkat kepekaan mahasiswa terhadap permasalahan sosial dan politik.
Dalam jangka waktu yang panjang -celakanya aromanya masih terasa saat inipragmatisme
telah mengotori cara berpikir kelompok elit mahasiswa, dan sebagian besar
mahasiswa menjadi skeptis terhadap masalah-masalah sosial.
Adalah Fuad Hasan, saat menjabat mendikbud, ia mengeluarkan kebijakan yang pada
dasarnya mengkoreksi NKK/BKK, dan keluarlah konsep Wawasan Almamater.
Walaupun belum sepenuhnya memenuhi tuntutan untuk kembalinya independensi dan
student government, bagi organisasi intra kampus, namun celah-celah depolitisasi mulai
terbuka.
Namun sekali lagi, NKK/BKK bukan sekedar masalah struktural tetapi masalah kultural,
perubahan iklim itu lambat diantisipasi oleh aktivis mahasiswa, yang kandung menimati
posisi sebagai "anak manisnya". Sampai pada satu masa dimana isyu pencabutan SDSB
mampu menjadi pemicu gerakan bersama kaum muda kampus. Momen kebersamaan
serta kepengapan politik saat itu, ternyata mampu mengkristalkan sebuah konsep "musuh
bersama", yakni KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme). Dan pada akhirnya tiba pada
satu isyu klimaks, yakni "turunkan Soeharto".
Dilihat dari hasil akhir gerakan mahasiswa tahun 1998, adalah gerakan luar biasa.
Mampu menarik emphati masyarakat, dan sekaligus mendorong kekuatan infra struktur
politik, yang sekian lama di bawah bayang-bayang supra struktur politik, untuk dapat
berperan lebih aktip. Terlepas seberapa menyebalkannyapun anggota legislatip saat ini,
namun itu adalah kerja maksimal yang dapat dilakukan oleh kekuatan ekstra parlementer,
dalam hal ini gerakan mahasiswa, di tengah kekuatan intra parlementer tidak mampu
melakukan; untuk mengubah keadaan.
Akan tetapi sehebat apapun hasil akhir gerakan mahasiswa tahun 1998, ada satu
fenomena yang menarik dilihat dari sisi kepemimpinan mahasiswa, yakni tidak
munculnya nama-nama terkenal sebagaimana perjuangan serupa di waktu-waktu yang
lalu. Di satu sisi, fenomena ini bisa dipahami sebagai bentuk kearifan dan kebersamaan.
Namun di sisi lain, menimbulkan arogansi kolektif. Setiap orang berhak merasa dirinya
yang paling berjasa.
Dari diskusi di atas, dapat disimpulkan bahwa tipe kepemimpinan mahasiswa saat ini
cenderung kolektip. Masing-masing punya jaringan ke dalam maupun keluar sama
baiknya. Jaringan tidak lagi harus dibatasi oleh sekat idielogis, namun dapat lebih
bersipat pragmatik. Untuk proses pembelajaran adaftasi sosial, fenomena itu sah-sah saja,
namun memiliki potensi rentan terhadap penyusupan kelompok kepentingan. Saat ini
masih banyak kader-kader pemimpin mahasiswa yang memiliki moralitas dan visi yang
baik. Mereka tetap tegar dengan posisi historisnya sebagai corong perjuangan
masyarakatnya, walaupun beban mereka jauh lebih berat dibanding masa lalu, yakni
antara lain, iklim pembelajaran di perguruan tinggi yang lebih condong pada pengukuran
kecerdasan inteketual (IQ) sebagai indikator kebermaknaan hasil pendidikan di perguruan
tinggi. Bravo pejuang muda.

Daftar Organ Gerakan 98

Aceh

  • SMUR - Solidaritas Mahasiswa Untuk Rakyat

Medan

  • DEMUD- Dewan Mahasiswa untuk Demokrasi
  • Agresu - Aliansi Gerakan Reformasi Sumatera Utara
  • DEMA UMSU Dewan Mahasiswa UMSU
  • GmnI KOTA MEDAN - GERAKAN MAHASISWA NASIONAL INDONESIA KOTA MEDAN.
  • FORSOLIMA - FORUM SOLIDARITAS MAHASISWA KOTA MEDAN.

Sumbar

  • FKMSB - Forum Komunikasi Sumatera Barat
  • FABRI - Front Aksi Bersama Rakyat Indonesia

Bandung

  • FKMB - Forum Komunikasi Mahasiswa Bandung
  • FIM B - Front Indonesia Muda Bandung
  • FAMU - Front Aksi Mahasiswa Unisba
  • GMIP - Gerakan Mahasiswa Indonesia Untuk Perubahan
  • KPMB - Komite Pergerakan Mahasiswa Bandung
  • FAF - Front Anti Fasis
  • KM ITB - Keluarga Mahasiswa ITB
  • KM Unpar - Komite Mahasiswa Unpar

Jakarta

× HMI – HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM × IMM – IKATAN MAHASISWA MUHAMMADIYAH

  • Barisan Pendukung Suharto (Irwan Setiawan,Zulfan Lindan,Burza Jarnubi,Idrus Markham)

Tangerang

  • LASKAR ITI - Front Perjuangan Mahasiswa Institut Teknologi Indonesia

FORMASI (FORUM MAHASISWA INDONESIA) ALIANSI MAJASISWA JAKARTA

Bogor

  • KBM-IPB - Keluarga Besar Mahasiswa - Institut Pertanian Bogor
  • GEMA IPB - Gerakan Mahasiswa Institut Pertanian Bogor

Yogyakarta

  • SMKR - Solidaritas Mahasiswa Untuk Kedaulatan Rakyat
  • KPRP - Komite Perjuangan Rakyat untuk Perubahan
  • FKMY - Forum Komunikasi Mahasiswa Yogyakarta
  • PPPY - Persatuan Perjuangan Pemuda Yogyakarta
  • FAMPERA - Front Aksi Mahasiswa Peduli Rakyat
  • LMMY - Liga Mahasiswa Muslim Yogyakarta
  • DEMA - Dewan Mahasiswa UGM
  • SPPR - Solidaritas Pemuda untuk Perjuangan Rakyat
  • KeMPeD- Keluarga Mahasiswa Pecinta Demokrasi
  • AMUKRA - Aliansi Mahasiswa untuk Kedaulatan Rakyat - UPN "Veteran"

Solo

  • SMPR - Solidaritas Mahasiwa Peduli Rakyat - berbasis di Universitas Sebelas Maret (UNS)
  • SMPTA - Solidaritas Mahasiswa Peduli Tanah Air

Bali

Purwokerto

  • FAMPR - Forum Aksi Mahasiswa Purwokerto untuk Reformasi
  • FKPMMB - Forum Komunikasi Pelajar Mahasiswa Muhammadiyah Purwokerto

Surabaya

  • AbrI - Aksi bersama rakyat Indonesia
  • APR - Arek Pro Reformasi
  • ASPR - Arek Surabaya Pro Reformasi
  • FORMAD - Forum Madani
  • FPM - Front Perjuangan Mahasiswa
  • KAMI - Komite Aksi Mahasiswa ITS
  • KAMUS-PR- Kesatuan Aksi Mahasiswa Untag Surabaya Pro Reformasi

Malang

  • FKMM - Forum Komunikasi Mahasiswa Malang

(forstep} forum studi ekonomi politik

Makassar

  • KONTRA-Komunitas Pelataran Kerakyatan Unhas[www.lmnd-rudihartono.blogspot.com]